Pelantikan Pengurus Muhassalam Masa Bakti 2026/2027, Kepala MAN 1 Jembrana: "Jadi Teladan dengan Akhlak, Bukan Hanya Jabatan"
Jembrana, 7 Februari 2026– Suasana haru dan semangat kebersamaan mewarnai acara Pelantikan Pengurus Muhassalam Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana Masa Khidmat 2026/2027 yang berlangsung di GSG MAN 1 Jembrana pada Sabtu. Acara yang dihadiri langsung oleh Kepala MAN 1 Jembrana, Drs. Saras Mawantyo, M.Pd., ini menjadi momen bersejarah bagi estafet kepengurusan di lingkungan pondok pesantren.
Hadir pula dalam acara tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ust. Eka Wahyudhi, S.Pd.I., para pembina, dewan asatidz dan asatidzah, serta seluruh santri Pondok Pesantren Al-Hidayah. Suasana khidmat terasa sejak awal acara, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Jembrana, Drs. Saras Mawantyo, M.Pd., menyampaikan pesan mendalam kepada pengurus Muhassalam yang baru dilantik. Beliau menekankan bahwa jabatan sebagai pengurus adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Menjadi pengurus Muhassalam itu bukan tentang merasa lebih tinggi dari santri lain, tetapi tentang bagaimana kalian bisa menjadi teladan. Jadi teladan dengan akhlak, bukan hanya dengan jabatan. Santri lain akan melihat dan mencontoh perilaku kalian sehari-hari. Maka jagalah sikap, jagalah ucapan, dan tingkatkan ibadah," pesan Drs. Saras Mawantyo, M.Pd. di hadapan para pengurus baru.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa banyak ia diperintah, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi orang lain. "Jadilah pengurus yang dekat dengan santri, yang memahami keluhan mereka, dan yang menjadi jembatan kebaikan antara santri dan para ustadz. Itulah esensi kepemimpinan yang sesungguhnya," tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ust. Eka Wahyudhi, S.Pd.I., dalam tausiyahnya mengingatkan tentang pentingnya keikhlasan dalam berkhidmat. Beliau mengutip salah satu prinsip dasar dalam kepengurusan di pesantren.
"Kata Muhassalam berasal dari makna 'yang terjaga' atau 'yang menjaga'. Maka tugas kalian adalah menjaga adik-adik, menjaga ketertiban, menjaga akhlak, dan yang paling penting menjaga diri sendiri agar tetap istiqamah. Ingat, kalian dipilih bukan karena kalian paling pintar, tetapi karena Allah ingin melihat keikhlasan kalian dalam mengabdi," ujar Ust. Eka Wahyudhi.
Puncak acara ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah pelantikan dan penyerahan pataka secara simbolis kepada ketua terpilih.
Momen spesial terjadi saat pelantikan Ketua Mudabbir dan Ketua Mudabbirah terpilih. Untuk kepengurusan masa bakti 2026/2027, terpilih sebagai Ketua Mudabbir adalah Favian Zuhdi Naufal Sofian, santri putra dari kelas XI SAINTEK 2. Sementara Ketua Mudabbirah dipercayakan kepada Titian Kartika, santri putri dari kelas XI Sosial 1.
Dalam sambutan perdananya, Favian Zuhdi Naufal Sofian menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk membawa Muhassalam semakin baik.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan seluruh pengurus Muhassalam. Kami sadar tugas ini tidak ringan, namun dengan doa dan dukungan dari seluruh pihak, kami bertekad untuk menjalankan amanah ini sebaik mungkin. Kami akan berusaha menjadi teladan yang baik bagi seluruh santri dan membantu para ustadz dalam membina adik-adik di pondok," ujar Favian dengan penuh semangat.
Senada dengan itu, Titian Kartika selaku Ketua Mudabbirah juga menyampaikan visinya untuk kepengurusan ke depan.
"Kami para mudabbirah siap berkhidmat dengan sepenuh hati. Kami ingin menciptakan lingkungan putri yang nyaman, islami, dan penuh kekeluargaan. Semoga Allah memudahkan langkah kami dalam mengemban amanah ini," tutur Titian.
Acara pelantikan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara pengurus baru, kepala madrasah, pengasuh pondok, serta para pembina dan undangan. Suasana haru dan bahagia terpancar dari wajah para pengurus baru yang kini mengemban amanah besar untuk memajukan Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana semakin maju dalam mencetak generasi santri yang berakhlakul karimah, berilmu amaliyah, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa kemaslahatan bagi umat.