Wujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi, MAN 1 Jembrana Pertegas Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Wujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi, MAN 1 Jembrana Pertegas Komitmen Pembangunan Zona Integritas

05 May 2026

JEMBRANA – Madrasah Aliyah Negeri 1 Jembrana terus meneguhkan langkahnya dalam melakukan transformasi birokrasi. Pada hari Kamis 30 April 2026, institusi pendidikan ini menggelar agenda krusial bertajuk Bimtek dan Internalisasi Pembangunan Zona Integritas. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Serba Guna ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk membumikan nilai-nilai integritas dan profesionalisme. Kegiatan diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MAN 1 Jembrana tanpa terkecuali.

Internalisasi pembangunan zona integritas ini dibuka langsung oleh Kepala MAN 1 Jembrana yang membedah esensi Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023. Dalam orasinya, beliau menekankan bahwa regulasi terbaru bukan hanya kumpulan pasal, melainkan arah baru bagi aparatur negara untuk bertransformasi menjadi pelayan publik yang lebih adaptif. "ASN tidak hanya dituntut untuk memahami regulasi secara teoritis, namun juga wajib mengimplementasikannya dalam budaya kerja sehari-hari. Kita harus bergerak dengan nilai dasar Ber-AKHLAK dan Ber-AKSI sebagai kompas dalam menjalankan amanah," tegasnya di hadapan seluruh peserta.

Internalisasi ini menyisir enam area yang menjadi pilar utama pembangunan Zona Integritas. Dimulai dari Manajemen Perubahan, madrasah menekankan pentingnya revolusi mental dan pergeseran pola pikir bagi seluruh pemangku kepentingan. Perubahan ini kemudian diterjemahkan secara teknis melalui penataan tata laksana yang menitikberatkan pada peta proses bisnis yang presisi, sistem SOP yang akuntabel, serta penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai wajah profesionalisme madrasah.

Pada aspek penguatan sumber daya manusia, manajemen ditekankan pada kedisiplinan yang berintegritas serta pengembangan kompetensi yang relevan dengan tantangan zaman. Penerapan sistem reward and punishment menjadi instrumen penting untuk memastikan keadilan bagi semua pegawai dalam suatu unit kerja. Sementara itu, di sisi akuntabilitas, keterlibatan aktif pimpinan menjadi kunci dalam mengawal setiap fase, mulai dari perencanaan yang transparan hingga evaluasi berkelanjutan yang terukur secara objektif.

Sebagai benteng pertahanan integritas, aspek pengawasan diperketat melalui implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan menghidupkan Whistleblowing System untuk mencegah praktik gratifikasi maupun benturan kepentingan. Seluruh rangkaian perbaikan sistem ini bermuara pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, di mana budaya pelayanan prima dan kemudahan akses informasi menjadi prioritas utama. Melalui survei kepuasan masyarakat yang berkala, MAN 1 Jembrana berkomitmen untuk terus berbenah, memastikan bahwa kehadiran madrasah benar-benar memberikan dampak nyata dan memberikan kepuasan bagi masyarakat luas.
Kembali ke Beranda