
Jembrana, 10 Juli 2026 – Mahad Al-Hidayah MAN 1 Jembrana melaksanakan rangkaian kegiatan penerimaan santri baru yang dirangkai dengan rapat wali santri. Kegiatan ini menjadi awal pembinaan bagi para santri sekaligus memperkuat sinergi antara pihak mahad dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter selama berada di lingkungan asrama. Sejak pagi, para santri baru mulai berdatangan bersama orang tua untuk mengikuti proses registrasi dan menempati kamar yang telah disiapkan.
Suasana haru mewarnai momen perpisahan ketika para santri memulai kehidupan baru di Mahad Al-Hidayah. Di balik suasana tersebut, tampak doa dan harapan dari para orang tua agar putra-putri mereka dapat menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, menjadi pribadi yang mandiri, serta tumbuh dengan akhlak yang mulia. Kedatangan para santri disambut hangat oleh para pembina Mahad Al Hidayah dan para mudabirah yang mendampingi proses registrasi, mengarahkan penempatan kamar, serta memperkenalkan lingkungan mahad agar para santri dapat beradaptasi dengan baik dan merasa nyaman menjalani kehidupan di asrama sebagai rumah kedua mereka.
Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan rapat wali santri. Pertemuan ini menjadi sarana mempererat komunikasi sekaligus menyamakan komitmen antara pihak mahad dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pembinaan santri. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Mahad, Ustaz Eka Wahyudhi, S.Pd.I., menyampaikan berbagai ketentuan yang menjadi pedoman selama para santri menjalani pembinaan di Mahad Al Hidayah. Beliau menjelaskan tata tertib, pelaksanaan ibadah, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan asrama. Selain itu, ditekankan pula pentingnya kolaborasi yang erat antara pihak mahad dan orang tua agar proses pembinaan karakter, spiritual, dan akademik dapat berjalan secara selaras dan berkesinambungan.
Melalui rangkaian kegiatan penerimaan santri baru dan rapat wali santri ini, Mahad Al Hidayah MAN 1 Jembrana menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan ilmu keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, dan kedisiplinan. Dengan dukungan seluruh pihak, para santri diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (ar, hq)
