MAN 1 Jembrana Perkuat Integritas dan Profesionalisme melalui Pembinaan ASN oleh Kepala Biro SDM Kemenag RI

Jembrana, 10 Juli 2026 — Seluruh guru dan tenaga kependidikan ASN MAN 1 Jembrana mengikuti Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Kepala Biro SDM Kementerian Agama Republik Indonesia pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WITA ini dilaksanakan secara luring di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama, termasuk MAN 1 Jembrana.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menyampaikan bahwa Kementerian Agama Provinsi Bali memiliki 3.357 pegawai, terdiri atas 1.689 PNS (50 persen), sedangkan sisanya merupakan PPPK dan PPPK Paruh Waktu. Ia menekankan pentingnya pengelolaan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta mengajak seluruh ASN untuk membangun pola pikir positif, menjaga disiplin, dan meningkatkan profesionalisme. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan pembangunan Zona Integritas yang saat ini memasuki tahapan penilaian.

Pada sesi pembinaan, Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI menegaskan bahwa ASN merupakan aset paling berharga Kementerian Agama. Karier, pangkat, dan jabatan harus dibangun melalui integritas, kompetensi, dan kinerja, disertai semangat melayani ASN maupun umat. ASN juga didorong untuk bertransformasi dari sistem kerja manual menuju digital, memperkuat kolaborasi, solidaritas, serta menghadirkan inovasi dalam pelayanan. Menurutnya, promosi jabatan harus berlandaskan integritas dan kemampuan mengeksekusi pekerjaan, sehingga mampu melahirkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pelayanan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Jembrana memperkuat komitmen untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan budaya kerja yang adaptif sebagai wujud dukungan terhadap pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan madrasah.

Penulis: Mirasantika Insafilillah
Redaktur: Titan Ratih Bestari
Kontributor: Afif Rahman

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *