
Rabu (28/01/2026) Negara, Jembrana. Madrasah Aliyah Negeri 1 Jembrana menggelar Mansaja Excellence Challenge (MEC) pada pagi hari di Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Kegiatan ini mengusung tema “MAN 1 Jembrana Beraksi dan Berdayaguna: Menguatkan Iman, Alam, dan Masa Depan Lestari”, sebagai wujud komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang memadukan kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Dalam ajang tersebut, dipaparkan capaian prestasi madrasah yang mengesankan, dengan lebih dari 200 prestasi diraih siswa di tingkat internasional, nasional, dan provinsi. Deretan prestasi ini mencerminkan transformasi madrasah sebagai pusat keunggulan akademik dan inovasi, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan berbasis nilai keagamaan mampu melahirkan generasi berdaya saing global.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana Bapak I Gusti Komang Budi Santika menegaskan bahwa paradigma terhadap madrasah telah berubah secara signifikan. Menurutnya, madrasah yang dahulu kerap dipersepsikan kurang diminati, kini justru tampil sebagai lembaga pendidikan unggulan. “MAN 1 Jembrana menjadi contoh bahwa madrasah sekarang ini mampu mengungguli sekolah umum dalam prestasi,” ujarnya dalam sambutan.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak I Gusti Made Sunartha. Ia menyampaikan penghargaan kepada para guru, tenaga kependidikan, kepala madrasah, dan seluruh siswa yang telah mengharumkan nama Bali melalui prestasi. Ia juga mengaku terkesan dengan tema acara ini sangat visioner, serta menyebut Jembrana sebagai pionir konsep KOPI (Kota Pendidikan Islam) yang pertama di Bali. Menurutnya, kemajuan pendidikan yang hakiki hanya dapat terwujud apabila dibangun di atas fondasi kerukunan, harmoni, dan moderasi beragama.
Lebih lanjut, ia menekankan pesan bahwa di tengah tantangan polarisasi global, ketahanan bangsa bertumpu pada kemampuan merawat keberagaman sebagai kekuatan dengan kerukunan dan harmoni. Kesadaran akan harmoni tersebut juga harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam. Karena iman sejati tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan. “Manusia ideal adalah mereka yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan iman, dan kecerdasan sosial secara seimbang,” tegasnya, dalam menutup sambutan kegiatan MEC di MAN 1 Jembrana
