Bidik Predikat Wilayah Bebas Korupsi, MAN 1 Jembrana Paparkan Inovasi Pelayanan Prima di Hadapan TPI Itjen Kemenag RI

Jembrana, pada hari Rabu tanggal 06 Mei 2026 menjadi momentum transformasi besar yang diusung MAN 1 Jembrana dalam upaya mewujudkan predikat Zona Wilayah Bebas Korupsi. Madrasah unggulan pulau dewata ini menjalani penilaian secara intensif dari Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini bukan sekadar urusan administratif tetapi ajang pembuktian bahwa integritas telah menjadi budaya kerja, bukan lagi sekadar slogan di atas kertas saja.

Bapak Saras Mawantyo menegaskan bahwa pembangunan ZI adalah komitmen jangka panjang untuk mengoptimalkan pelayanan bagi murid, wali murid, dan masyarakat umum. Target yang dibidik adalah komponen hasil yang berdampak nyata. “Pembangunan ZI ini menyangkut integritas anak bangsa. Kami ingin nilai-nilai ini menular dan menjadi bekal bagi anak didik kami hingga mereka dewasa nanti,” ujar kepala MAN 1 Jembrana di hadapan tim penilai internal. Perubahan dimulai dari pucuk pimpinan sebagai role model yang diikuti dengan komitmen kuat terhadap perubahan. Sejak awal pencanangan ZI, aksi nyata seperti kedisiplinan waktu dan transparansi anggaran menjadi hal yang wajib. Transformasi ini juga didukung oleh manajemen risiko yang sistematis, mulai dari pengawasan ketat pada proses PMBM hingga sistem kenaikan kelas, guna menutup celah praktik penyalahgunaan.

MAN 1 Jembrana juga memaparkan “senjata” digital berupa inovasi unggulan seperti PADMA, PRATAMA BIMANTARA, dan LENTERA. Inovasi LENTERA secara khusus dirancang untuk memperkuat literasi dan prestasi siswa di bidang bahasa dan literasi sebagai tindak lanjut RPJMN. Tak hanya dalam hal digitalisasi, sentuhan humanis juga hadir melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Fasilitas ini menyediakan akses jalan dan toilet khusus disabilitas, ruang laktasi, hingga pojok bermain anak. Untuk menjamin akuntabilitas, masyarakat dibekali kanal pengaduan BERANI dan LAPOR SAJA guna memastikan zero gratifikasi di lingkungan madrasah.

Merespons paparan tersebut, perwakilan Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal Kemenag Republik Indonesia memberikan catatan mendalam. Baginya, seluruh proses yang dilalui MAN 1 Jembrana merupakan langkah tepat menuju maturitas organisasi. Namun, ia mengingatkan agar esensi dari ZI tidak hanya sebatas mengejar penghargaan. “Perlu dipahami bersama bahwa predikat ZI itu hanyalah alat untuk menertibkan budaya kerja kita agar lebih profesional, bersih, dan akuntabel. Tujuan sejatinya adalah agar setiap ASN memiliki kesadaran penuh untuk melayani tanpa pamrih,” ujarnya penilai dalam sesi diskusi virtual tersebut.

Dalam hal keterbukaan, MAN 1 Jembrana juga melibatkan publik melalui Media Konsultasi Publik. Dalam media tersebut, ditegaskan bahwa seluruh biaya layanan pendidikan di MAN 1 Jembrana adalah gratis. Komitmen ini disebarluaskan melalui sistem informasi MUSTIKA (Media Publikasi Berita Terkini MAN 1 Jembrana) yang dikelola oleh PPID, memastikan setiap informasi tersaji akurat di media sosial maupun laman resmi madrasah. Dengan semangat budaya kerja CERDAS, MAN 1 Jembrana kini berdiri di ambang pencapaian yang baik. Penilaian virtual ini bukan sekadar evaluasi, melainkan tonggak baru bagi madrasah untuk menjadi mercusuar integritas di lingkungan pendidikan nasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *