Hitungan Jam Setelah Lolos ke TPN, MAN 1 Jembrana Gelar Rakor Percepatan Persiapan Penilaian Nasional

Jembrana – Tidak menunggu esok hari, MAN 1 Jembrana langsung bergerak cepat. Dalam hitungan jam setelah pengumuman resmi kelolosan dari Tim Penilai Internal (TPI) ke Tim Penilai Nasional (TPN) untuk penilaian Zona Integritas, seluruh Tim Zona Integritas (ZI) MAN 1 Jembrana segera menggelar rapat koordinasi darurat.

Rapat yang berlangsung pada hari yang sama tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN 1 Jembrana dan dihadiri oleh seluruh anggota Tim ZI yang terdiri dari unsur pimpinan, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Langkah sigap ini menunjukkan keseriusan madrasah dalam menghadapi tahap verifikasi lapangan dari Tim Penilai Nasional yang akan segera dilaksanakan.

“Kami tidak bisa kehilangan waktu sedetik pun. Penilaian TPN akan sangat mendalam dan menyeluruh. Setiap data, setiap dokumen, dan setiap implementasi inovasi yang kami usung harus benar-benar siap dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, rapat ini kita lakukan sekarang juga,” tegas Kepala MAN 1 Jembrana dalam sambutannya membuka rapat.

Rapat koordinasi yang berlangsung dengan agenda padat ini memberikan penekanan khusus pada perbaikan dan pelengkapan data pendukung dari tiga inovasi unggulan yang menjadi andalan MAN 1 Jembrana dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ketiga inovasi tersebut adalah: PADMA, Lentera dan Bimantara.

Dalam rapat tersebut, Kepala MAN 1 Jembrana menegaskan bahwa setiap inovasi tidak hanya dinilai dari konsepnya, tetapi juga dari konsistensi implementasi dan hasil yang terukur. Oleh karena itu, setiap tim inovasi diwajibkan untuk menyusun dan menyiapkan:

  1. Laporan Capaian Triwulan
  2. Dokumen Monitoring dan Evaluasi (Monev)
  3. Rencana Tindak Lanjut

“Penilai TPN akan sangat detail melihat bukti-bukti implementasi. Mereka tidak hanya melihat dokumen, tetapi akan melakukan wawancara dan verifikasi langsung. Karena itu, setiap laporan dan data monev triwulan harus benar-benar akurat, lengkap, dan mencerminkan kerja nyata kita. Jangan ada data yang dibuat-buat. Integritas harus kita jaga dari proses persiapan ini,” pesan Kepala Madrasah dengan tegas.

Di penghujung rapat, Kepala MAN 1 Jembrana kembali menegaskan bahwa perjuangan ini adalah tanggung jawab kolektif. Keberhasilan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat dan dunia pendidikan.

“Kita sudah berhasil melewati penilaian internal. Sekarang saatnya kita tunjukkan ke tingkat nasional bahwa MAN 1 Jembrana adalah madrasah yang benar-benar bersih, berintegritas, dan berprestasi. Mari kita selesaikan semua persiapan ini dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan. Insya Allah, dengan kerja keras dan doa, kita akan berhasil,” tutup beliau dengan penuh optimisme.

Penulis: Tri Budi Handoko
Redaktur: Dian Fajriya

foto by : tree

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *