Menyatukan Komitmen Menuju WBK, MAN 1 Jembrana Matangkan Persiapan Penilaian Lapangan

Jembrana, 19 Mei 2026 – MAN 1 Jembrana terus mematangkan persiapan menghadapi Penilaian Lapangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) melalui kegiatan peninjauan progres oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Kegiatan berlangsung di Ruang PTSP, Ruang Guru, serta beberapa sarana prasarana madrasah.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan layanan publik, kelengkapan sarana pendukung, serta budaya kerja yang diterapkan di lingkungan madrasah. Tim pendamping memberikan berbagai masukan, khususnya terkait penguatan fisik PTSP dan kesiapan menghadapi penilaian lapangan agar seluruh unsur madrasah dapat menyatu dan berhasil dalam penilaian Itjen Kemenag.

Dalam arahannya, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H. Syarief Hidayatullah, S.S, M.Pd. menyampaikan bahwa MAN 1 Jembrana saat ini telah berada pada tahap penilaian TPI. Ia menegaskan bahwa capaian hingga tahap ini merupakan hasil perjuangan besar yang dibangun melalui komitmen pimpinan dan seluruh civitas madrasah.
Menurutnya, pembangunan Zona Integritas tidak lagi hanya berbicara mengenai disiplin, tetapi juga budaya kerja yang istiqomah dan idealis.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, I Gusti Komang Budi Santika, S.Ag., M.Si. menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju WBK merupakan komitmen bersama seluruh pegawai tanpa terkecuali. Seluruh unsur madrasah diminta untuk tidak abstain dan mengambil bagian dalam pembangunan budaya integritas. Dukungan, keterlibatan, dan semangat bersama menjadi kunci keberhasilan mewujudkan madrasah berintegritas dan berkualitas.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim KSKK, Rustiani Erwin Yuni Astuti, M.Si. turut melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan sarana dan prasarana madrasah sebagai bagian dari persiapan penilaian lapangan oleh TPI. Beliau menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian dan potensi yang dimiliki MAN 1 Jembrana.

“Saya yakin bapak dan ibu memiliki prestasi yang luar biasa. Bagaimana kita menunjukkan potensi kepada tim penilai tentu bukan sesuatu yang mudah. Kinerja besar yang telah dipersembahkan untuk negara tidak hanya dinilai melalui dokumen saja, tetapi juga melalui budaya kerja dan pelayanan yang nyata,” ungkapnya.

Melalui kegiatan peninjauan progres ini, MAN 1 Jembrana semakin memantapkan kesiapan menghadapi penilaian lapangan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Semangat kebersamaan, komitmen, dan budaya kerja yang terus dibangun diharapkan mampu membawa MAN 1 Jembrana meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). (mi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *