Pondok Pesantren Al-Hidayah Dukung Program SEHATI, Wacanakan "Al-Hidayah No Plastik"
Jembrana, 28 April 2026 – Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program SEHATI dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, pesantren mencanangkan wacana "Al-Hidayah No Plastik" yang bertujuan mengurangi penggunaan kantong plastik di lingkungan pesantren, khususnya di area kantin dan saat santri berbelanja makanan.
Keputusan ini diambil setelah dilaksanakan rapat bersama jajaran pimpinan dan dewan guru MAN 1 Jembrana yang membahas tentang pelestarian lingkungan dan tindak lanjut program SEHATI. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Pondok Pesantren Al-Hidayah akan ikut berperan aktif dalam gerakan pengurangan sampah plastik sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan MAN 1 Jembrana yang memiliki jargon “Bersih dan Berprestasi”.
Menindaklanjuti hasil rapat, Ust. Iwan Hidayat, S.Pd.I. , selaku pengurus yang bertanggung jawab di lingkungan pondok putri, langsung bergerak cepat. Beliau segera mengumpulkan para santri putri untuk memberikan himbauan dan sosialisasi terkait program "Al-Hidayah No Plastik".
Dalam himbauannya, Ust. Iwan mengajak seluruh santri putri untuk mulai membiasakan diri membawa wadah atau tempat makan sendiri ketika berbelanja makanan di kantin atau di luar pesantren. Hal ini dilakukan sebagai langkah konkret untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang sulit terurai dan menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar.
“Program Sehati ini adalah gerakan mulia untuk menjaga lingkungan kita, khususnya ekosistem laut yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Sebagai santri yang juga bagian dari masyarakat Bali, kita harus ikut mendukung. Mulai sekarang, biasakan membawa wadah sendiri saat membeli makanan. Jangan malu, karena ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap alam,” ujar Ust. Iwan di hadapan para santri putri.
Para santri putri menyambut baik himbauan tersebut. Banyak dari mereka yang sudah mulai membawa wadah makan khusus untuk digunakan setiap kali berbelanja.
“Kami senang dengan program ini. Selain membantu menjaga lingkungan, membawa wadah sendiri juga lebih bersih dan sehat. Apalagi sudah diingatkan oleh Ust. Iwan, kami jadi semakin sadar pentingnya mengurangi plastik,” ujar salah satu santri putri.
Kepala MAN 1 Jembrana, Drs. Saras Mawantyo, M.Pd. , menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat yang diambil oleh pondok pesantren.
“Program Sehati adalah program yang sangat baik untuk menjaga kelestarian alam Bali, khususnya laut. Saya mengapresiasi Pondok Pesantren Al-Hidayah yang langsung bergerak cepat menyikapi program ini. Semoga gerakan 'Al-Hidayah No Plastik' dapat menjadi langkah awal untuk menjadi MAN 1 Jembrana Bersih dan Berprestasi,” ujar beliau.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ust. Eka Wahyudhi, S.Pd.I. , juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak merusak alam dan menjaga kebersihan. Melalui program 'Al-Hidayah No Plastik', kami ingin menanamkan kesadaran kepada santri bahwa menjadi muslim yang baik bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga peduli terhadap alam dan makhluk di sekitarnya. Semoga Allah meridai langkah kecil ini,” ujar Ust. Eka.
Pondok Pesantren Al-Hidayah menargetkan dalam waktu dekat, seluruh santri dan warga pondok sudah terbiasa membawa wadah sendiri saat berbelanja. Selain itu, pesantren juga berencana untuk melarang total penggunaan kantong plastik sekali pakai di area kantin dan lingkungan pondok.
Dengan adanya program "Al-Hidayah No Plastik", Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana berharap dapat berkontribusi nyata dalam upaya pengurangan sampah plastik serta mendukung program SEHATI tersebut.