Pondok Pesantren Al-Hidayah

MAN 1 Jembrana - Bali

Santriwan Pondok Al-Hidayah Aksi Pilah Sampah dan Zero Plastic, Dampingi Ust. Yusuf Junaedi Sukseskan Program SEHATI

tree 60 dilihat
Santriwan Pondok Al-Hidayah Aksi Pilah Sampah dan Zero Plastic, Dampingi Ust. Yusuf Junaedi Sukseskan Program SEHATI

Jembrana, 14 Mei 2026 – Semangat peduli lingkungan terus bergema di Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana. Setelah sebelumnya santriwati mendapat himbauan dari Ust. Iwan Hidayat, kini giliran santriwan yang turun aksi nyata. Mereka melakukan kegiatan pemilahan sampah dan gerakan zero plastic di lingkungan pondok putra sebagai bentuk dukungan terhadap Program SEHATI.

Kegiatan ini langsung didampingi oleh salah satu pengurus pondok putra, Ust. Yusuf Junaedi, S.Si. , yang dengan sigap menggerakkan para santri untuk mulai mengubah kebiasaan lama dalam mengelola sampah.

Pendampingan Intensif dari Ust. Yusuf Junaedi

Ust. Yusuf Junaedi, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan, tidak hanya memberikan teori, tetapi juga turun langsung mendampingi para santri dalam proses pemilahan sampah. Beliau mengajarkan bagaimana memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu, serta menjelaskan bahaya sampah plastik jika tidak dikelola dengan baik.

“Program SEHATI dari Kanwil Kemenag Provinsi Bali adalah gerakan mulia untuk menyelamatkan lingkungan. Sebagai santri, kita harus menjadi garda terdepan dalam perubahan ini. Mulai hari ini, kita biasakan memilah sampah dari sumbernya. Jangan campur aduk antara plastik, kertas, sisa makanan, dan botol,” ujar Ust. Yusuf di hadapan para santriwan.

Beliau juga mempraktikkan langsung cara membedakan jenis sampah dan menyediakan beberapa wadah berbeda di setiap titik strategis lingkungan pondok putra.

Pemilahan Sampah dan Zero Plastic

Kegiatan pemilahan sampah ini dilakukan secara rutin setiap hari setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Para santri secara berkelompok bertugas memilah sampah yang dihasilkan dari kamar, kantin, dan area sekitar pondok.

Sampah organik (sisa makanan, daun) dipisahkan untuk diolah menjadi pupuk kompos di kebun milik MAN 1 Jembrana yang dikelola oleh Ust. Asnhari, M.Pd. Sampah anorganik seperti plastik, botol kaca, dan kertas dikumpulkan untuk didaur ulang atau disetorkan ke bank sampah. Sampah residu yang tidak bisa didaur ulang ditempatkan pada wadah terpisah.

Selain pemilahan, gerakan zero plastic juga mulai diterapkan di lingkungan santriwan. Para santri diimbau untuk membawa botol minum dan wadah makan sendiri saat berbelanja di kantin. Kantin pondok pun mulai mengurangi penyediaan kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan wadah ramah lingkungan atau mendorong santri membawa wadah sendiri.

“Awalnya agak repot karena harus terbiasa membawa wadah sendiri, tapi lama-lama jadi kebiasaan. Kami sadar ini demi kebaikan bersama. Apalagi didampingi langsung oleh Ust. Yusuf yang selalu mengingatkan dengan cara yang santun,” ujar salah satu santriwan kelas XI.

Antusiasme Santriwan

Para santriwan menyambut baik program ini. Mereka tampak bersemangat saat memilah sampah dan bahkan berlomba-lomba siapa yang paling rajin mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang.

“Kami merasa ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan pondok. Dulu sampah sering dicampur jadi satu, sekarang sudah dipilah. Rasanya lebih rapi dan bersih. Semoga program ini terus berlanjut dan menginspirasi pondok lain,” kata Favian Zuhdi Naufal Sofian, Ketua Mudabbir.

Dukungan Penuh dari Pengasuh Pondok dan Kepala Madrasah

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ust. Eka Wahyudhi, S.Pd.I. , mengapresiasi langkah cepat Ust. Yusuf Junaidi dan para santriwan.

“Saya sangat bersyukur melihat antusiasme santriwan dalam mendukung Program Sehati. Pemilahan sampah dan zero plastic adalah langkah kecil yang berdampak besar. Ini sejalan dengan ajaran Islam bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Terima kasih kepada Ust. Yusuf yang telah membimbing dengan penuh kesabaran,” ujar Ust. Eka.

Kepala MAN 1 Jembrana, Drs. Saras Mawantyo, M.Pd. , juga memberikan apresiasi.

“Pondok Pesantren Al-Hidayah benar-benar menjadi pelopor dalam gerakan lingkungan di lingkungan madrasah. Semoga kegiatan ini dapat ditiru oleh lembaga lain di Jembrana. Selamat kepada seluruh santri dan pembina yang telah berkomitmen menjaga bumi,” tuturnya.

Dengan aksi nyata pemilahan sampah dan zero plastic yang didampingi Ust. Yusuf Junaedi, S.Si., Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana semakin mantap melangkah sebagai pesantren yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.