Pondok Pesantren Al-Hidayah

MAN 1 Jembrana - Bali

Semarak Ramadan di Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana

tree 170 dilihat
Semarak Ramadan di Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana

Jembrana, 25 Februari 2026– Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momen yang penuh berkah bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana. Berbagai kegiatan keagamaan dan kebersamaan digelar untuk mengisi hari-hari di bulan penuh ampunan ini, sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan para santri.

Suasana religius terasa kental di lingkungan pondok sejak awal Ramadan. Para santri putra dan putri dengan penuh semangat mengikuti serangkaian kegiatan yang telah diprogramkan oleh pengurus Muhassalam bersama para asatidz dan asatidzah. Mulai dari tadarus Al-Qur'an, buka puasa bersama, shalat tarawih berjamaah, hingga khitobah atau kultum singkat setelah tarawih.

Tadarus Bersama: Menghidupkan Al-Qur'an di Bulan Ramadan

Setiap hari, usai shalat Dhuhur dan menjelang berbuka puasa, seluruh santri berkumpul di mushola pondok untuk mengikuti tadarus Al-Qur'an bersama. Dengan suara merdu dan penuh kekhusyukan, mereka bergiliran membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan santri terhadap Kalamullah serta menargetkan khataman Al-Qur'an minimal satu kali selama bulan Ramadan.

"Kami membagi jadwal tadarus per kelompok. Setiap kelompok bertugas membaca satu juz setiap harinya. Alhamdulillah, dengan sistem ini kami targetkan khatam Al-Qur'an hingga dua kali selama Ramadan," ujar koordinator kegiatan Ramadan.

Buka Bersama: Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Momen berbuka puasa menjadi saat yang paling dinantikan. Selama bulan Ramadan, Pondok Pesantren Al-Hidayah menggelar buka puasa bersama setiap harinya. Seluruh santri, ustadz, dan ustadzah duduk bersama menikmati hidangan sederhana namun penuh kehangatan. Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika adzan Maghrib berkumandang dan mereka bersama-sama membatalkan puasa dengan seteguk air dan kurma.

Kegiatan buka bersama ini tidak hanya menjadi ajang mengisi perut yang lapar, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah antar seluruh penghuni pondok.

Shalat Tarawih Berjamaah: Khusyuk di Malam Ramadan

Begitu malam tiba, mushola Pondok Pesantren Al-Hidayah kembali dipenuhi oleh para santri yang siap menunaikan shalat Tarawih berjamaah. Shalat Tarawih dilaksanakan sebanyak 20 rakaat ditambah dengan shalat Witir 3 rakaat, dengan imam yang merupakan para ustadz dan juga santri senior yang bertugas sebagai bilal.

Suasana khusyuk terasa ketika ayat-ayat suci dilantunkan dalam shalat Tarawih. Para santri dengan tekun mengikuti setiap gerakan shalat, berharap mendapatkan pahala berlipat ganda di bulan yang mulia ini.

Khitobah Ba'da Tarawih: Melatih Mental Berbicara di Depan Umum

Salah satu kegiatan unggulan yang menjadi ciri khas Ramadan di Pondok Pesantren Al-Hidayah adalah Khitobah (ceramah singkat) yang disampaikan setelah shalat Tarawih. Kegiatan ini diikuti oleh para santri secara bergiliran setiap malamnya. Dengan durasi 5-7 menit, mereka menyampaikan tausiyah tentang berbagai tema, seperti keutamaan Ramadan, sabar, syukur, ikhlas, dan akhlak mulia.

Khitobah ba'da Tarawih ini menjadi wadah latihan bagi para santri untuk berani tampil di depan umum, menyampaikan dakwah, dan mengasah kemampuan public speaking mereka. Para santri terlihat antusias mempersiapkan materi dan menyampaikannya dengan penuh percaya diri.

"Kegiatan khitobah ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain belajar menyampaikan dakwah, kami juga lebih termotivasi untuk memperdalam ilmu agama. Semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat bagi teman-teman yang mendengarkan," ungkap salah satu santri yang bertugas sebagai khatib.

Harapan Pengasuh Pondok

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ust. Eka Wahyudhi, S.Pd.I., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan ini dirancang untuk memaksimalkan ibadah para santri di bulan suci.

"Ramadan adalah madrasah tahunan bagi umat Islam. Kami ingin para santri tidak hanya menjalankan ibadah puasa, tetapi juga mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif yang mendekatkan diri kepada Allah. Tadarus, tarawih, dan khitobah ini kami programkan agar santri terbiasa dengan amalan-amalan sunnah dan semakin cinta kepada Al-Qur'an serta dakwah," jelasnya.

Beliau juga berpesan agar semangat ibadah di bulan Ramadan ini terus terjaga bahkan setelah Ramadan berlalu. "Jadikan Ramadan ini sebagai momentum perubahan. Biasakan diri untuk istiqomah dalam ibadah, baik di bulan suci maupun di bulan-bulan berikutnya."

Dengan beragam kegiatan positif yang dijalankan, Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana berharap para santri dapat meraih predikat Muttaqin dan pulang ke kampung halaman masing-masing membawa bekal ilmu dan amal yang lebih baik. Semoga Ramadan tahun ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua.