Pondok Pesantren Al-Hidayah

MAN 1 Jembrana - Bali

Setelah Libur Lebaran, Santri Pondok Al-Hidayah Kembali Rutinkan Pembacaan Maulid Diba'

tree 141 dilihat
Setelah Libur Lebaran, Santri Pondok Al-Hidayah Kembali Rutinkan Pembacaan Maulid Diba'

Jembrana, 2 April 2026 – Suasana Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana mulai bergairah kembali setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Para santri yang telah kembali ke pondok dengan semangat baru, langsung mengawali aktivitas dengan mengaktifkan kembali berbagai kegiatan keagamaan rutin. Salah satu yang paling istimewa adalah pembacaan Maulid Diba' yang kembali dilantunkan dengan penuh kekhusyukan di lingkungan pondok.

Kegiatan pembacaan Maulid Diba' ini menjadi tradisi rutin yang sangat dinantikan oleh seluruh santri. Setelah melewati masa liburan, kegiatan ini menjadi momen untuk mengembalikan suasana religius sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW melalui syair-syair pujian yang terkandung dalam kitab Maulid Diba'.

Pembacaan Maulid Diba' dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat di musholla pondok. Seluruh santri berkumpul bersama para ustadz, melantunkan sholawat dan puji-pujian kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan.

Suasana mushola yang sempat sepi selama liburan, kini kembali hidup dengan lantunan syair-syair yang memuji keagungan Rasulullah. Wajah-wajah santri tampak khusyuk, mengikuti alunan bacaan yang dipimpin oleh salah satu santri atau ustadz yang ditunjuk sebagai qari'.

“Alhamdulillah, setelah liburan kami langsung mengaktifkan kembali pembacaan Maulid Diba'. Ini adalah kegiatan yang sangat kami nantikan karena selain mendapatkan pahala, kami juga merasa lebih dekat dengan Rasulullah SAW. Ada ketenangan tersendiri saat melantunkan sholawat bersama-sama,” ujar Favian Zuhdi Naufal Sofian, Ketua Mudabbir Pondok Pesantren Al-Hidayah.

Pembacaan Maulid Diba' memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai bentuk ekspresi cinta kepada Rasulullah SAW, mengharapkan syafaat beliau di yaumil akhir, serta menumbuhkan semangat meneladani akhlak dan perjuangan beliau. Bagi para santri, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menenangkan hati, memperkuat ukhuwah islamiyah, dan meningkatkan kualitas ibadah secara umum.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ust. Eka Wahyudhi, S.Pd.I. , menjelaskan pentingnya rutinitas ini pasca liburan.

“Setelah libur panjang, biasanya santri membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali. Dengan pembacaan Maulid Diba', kami ingin mengembalikan suasana keislaman dan semangat spiritual mereka secara perlahan. Melantunkan sholawat dan pujian kepada Rasulullah adalah cara terbaik untuk membersihkan hati dan memulai aktivitas dengan keberkahan. Kami berharap kegiatan ini terus istiqamah dan menjadi ciri khas Pondok Al-Hidayah,” tutur Ust. Eka.

Para santri tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka datang lebih awal ke mushola, membawa kitab Maulid Diba' masing-masing, dan duduk rapi membentuk barisan. Suasana penuh kebersamaan terasa ketika mereka bersama-sama melantunkan sholawat, sesekali diiringi dengan tepukan lembut di dada sebagai bentuk penghayatan.

Pembacaan Maulid Diba' di Pondok Pesantren Al-Hidayah MAN 1 Jembrana direncanakan akan terus dilaksanakan secara rutin sepanjang tahun, tidak hanya pada bulan-bulan tertentu. Pihak pondok berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembentukan karakter santri yang mencintai Rasulullah, sekaligus memperkuat tradisi pesantren yang sarat dengan nilai-nilai keislaman.

“Kami ingin membiasakan santri untuk selalu bersholawat dan memuji Rasulullah dalam setiap kesempatan. Dengan begitu, kecintaan kepada beliau akan tertanam dalam hati, dan pada gilirannya akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan istiqamah dalam beribadah,” tambah Ust. Eka.

Kepada seluruh santri, pengurus Muhassalam mengajak untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kehadiran dan kekhusyukan setiap santri sangat berarti dalam menghidupkan suasana religius di pondok.

“Mari kita ramaikan kembali mushola kita dengan lantunan sholawat dan pujian kepada Rasulullah. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendapatkan berkah dan syafaat beliau di hari akhir nanti. Semoga kita semua termasuk golongan yang dicintai Rasulullah dan mendapatkan syafaatnya,” ajak Favian dalam sambutannya.